Rabu, 21 Juli 2010

NEHEMIA


Gambar : Pembangunan tembok Jerusalem

LATAR BELAKANG SEJARAH
Setelah kematian Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua -- kerajaan utara dan selatan. Ibukota kerajaan utara ialah Samaria, dan dalam tahun 722 SM kota itu direbut oleh bangsa Asyur dan banyak rakyatnya dijadikan tawanan. Hal yang hampir sama terjadi juga terhadap kerajaan selatan, Yehuda, ketika Yerusalem direbut oleh bangsa Babel pada tahun 586 SM. Dalam tahun 539 SM bangsa Babel sendiri dikalahkan oleh bangsa Persia -- dan raja Persia mendorong sebagian orang Yahudi untuk kembali ke tanah air mereka. Kira-kira 50.000 orang kembali dan memulai tugas untuk membangun kembali Rumah Tuhan, tetapi kemudian mereka menjadi kecil hati dan hanya mampu membangun fondasinya saja. Sejarah selanjutnya agak ruwet, tetapi rupanya kira-kira enam belas tahun kemudian Allah mengirimkan dua orang nabi, Hagai dan Zakharia, untuk menggugah semangat rakyat. Mereka sudah menempati rumah mereka masing-masing, tetapi mengabaikan pembangunan kembali Rumah Tuhan. Sebagai akibatnya, pekerjaan pembangunan dimulai lagi dan kali ini Rumah Tuhan dapat diselesaikan. Dalam tahun 486 SM serombongan lagi orang Yahudi kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Ezra. Ezra berusaha sebaik mungkin untuk membangun semangat bangsanya dan mengangkat moral serta kehidupan rohani mereka, tetapi ia banyak menemui kekecewaan. Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun 445 SM Allah berbicara kepada seorang lain, yaitu Nehemia dan menugaskannya untuk secara khusus menekuni pembangunan kembali tembok kota yang sudah hancur itu. Beberapa orang menempatkan kisah kembalinya Ezra sesudah Nehemia, tetapi keterangan tersebut tidak meyakinkan.

SIAPAKAH NEHEMIA?
Sebagai pengurus minuman raja, Nehemia mencicipi lebih dahulu anggur yang akan disajikan kepada raja untuk membuktikan bahwa minuman itu tidak mengandung racun. Hanya orang yang paling dipercaya dapat menduduki posisi tertinggi ini dalam istana raja Persia. Namun demikian, hati Nehemia lebih cenderung untuk melakukan tugas yang Allah bebankan kepadanya. Ia digambarkan sebagai seorang pengusaha yang hidupnya penuh diwarnai doa. Nehemia tidak melupakan bangsanya sendiri. Ia bersedia meninggalkan kehidupan mewah dalam istana dan pergi ke Yerusalem untuk membangun kembali kota itu. Ketika pada akhirnya ia pergi ke Yerusalem, ia bertugas sebagai gubernur sipil dengan kuasa dari raja Persia.

Garis Besar

[1] BERITA BURUK TENTANG YERUSALEM Neh 1:1-4

[2] DOA NEHEMIA Neh 1:5-11
Neh 1:5 Permohonan untuk kesetiaan janji Allah
Neh 1:6,7 Penyesalan atas dosa bangsa Israel
Neh 1:8-10 Kenangan akan kemurahan Allah yang tak kunjung padam
Neh 1:11 Seruan mohon pertolongan dalam kesesakan


[3] NEHEMIA MENDAPAT KUASA Neh 2:1-10
Neh 2:1-5 Ia mengajukan permohonan kepada raja
Neh 2:6-9 Raja memberikan restunya
Neh 2:10 Tanda-tanda awal tantangan


[4] NEHEMIA DI YERUSALEM Neh 2:11-20
Neh 2:11-16 Nehemia memeriksa tembok Yerusalem
Neh 2:17-20 Nehemia mencari dukungan rakyat untuk tugas perbaikan tembok kota


[5] PEMBANGUNAN TEMBOK-TEMBOK KOTA Neh 3:1-6:19
Neh 3:1-32 Pembagian kerja
Neh 4:1-23 Tantangan terhadap pembangunan
Neh 5:1-6:14 Perselisihan di dalam
Neh 6:15-19 Tugas selesai


[6] ORANG-ORANG BUANGAN YANG KEMBALI DENGAN ZERUBABEL Neh 7:1-73

[7] EZRA MEMBACAKAN HUKUM Neh 8:1-18

[8] PEMBARUAN PERJANJIAN Neh 9:1-10:39
Neh 9:1-38 Pengakuan dosa
Neh 10:1-39 Persetujuan terhadap perjanjian


[9] RAKYAT YANG TERLIBAT Neh 11:1-12:26
Neh 11:1-24 Penduduk Yerusalem
Neh 11:25-36 Daftar desa-desa
Neh 12:1-26 Para imam dan bangsa Lewi


[10] PERESMIAN TEMBOK KOTA DAN URUSAN ADMINISTRASI Neh 12:27-13:31
Neh 12:27-43 Peresmian tembok kota
Neh 12:44-47 Organisasi orang-orang Lewi
Neh 13:1-31 Perbaikan-perbaikan selanjutnya yang diadakan oleh Nehemia

Pesan

Nehemia merupakan gambaran seorang pekerja yang ideal bagi Allah. Kuncinya ialah doa dan kerja. Ia tidak saja berdoa dan bekerja sendiri, tetapi ia menganjurkan para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama.

1. Berdoalah dalam segala situasi kehidupan
o Ia berdoa waktu ia mendengar mengenai keadaan Yerusalem. Neh 1:4-11
o Ia berdoa waktu ia menghadap Raja Artahsasta untuk memohon izin pergi ke Yerusalem. Neh 2:4
o Ia berdoa di hadapan penentangnya. Neh 4:4,9
o Ia berdoa waktu difitnah. Neh 6:8,9
o Ia berdoa pada waktu pekerjaan perbaikan tembok telah selesai. Neh 13:14

2. Kerja dan doa berjalan bersama-sama
o Ia melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk memastikan apa yang terjadi. Neh 2:11-16
o Ia mengatur tenaga kerja, sehingga setiap orang tahu apa yang diharapkan dari mereka. Neh 3:1-32
o Ia memberi teladan kepada orang lain untuk bekerja. Neh 2:17,18; 4:6,23
o Ia menyadari kesucian pekerjaan yang Allah bebankan kepadanya. Neh 6:3

Penerapan

1. Anda harus berbeban bagi bangsa Anda
Ketika Nehemia menerima kabar mengenai keadaan yang tragis di kota Yerusalem yang hancur, ia merasa sangat terharu.

2. Siap untuk bertindak
Sebelum mengambil tindakan apa-apa, Nehemia berdoa. Pertama-tama ia mencari pimpinan Tuhan, setelah ia menerimanya ia segera bertindak.

3. Siap untuk menghadapi tentangan
Bekerja untuk Allah tidak pernah tanpa tantangan. Nehemia mendapati bahwa ia mempunyai musuh, baik di dalam maupun di luar kota Yerusalem. Tetapi ia membuktikan bahwa selalu ada kemungkinan untuk menang atas segala tentangan itu.

4. Hati-hati terhadap bahaya kemunduran
Nehemia mengumpulkan rakyat untuk mendengarkan firman Allah dan ternyata mereka memberi tanggapan positif. Tetapi ketika ia kembali ke kota Yerusalem setelah ditinggalkannya selama dua belas tahun, ia mendapati bahwa rakyat telah melupakan Allah dan bahwa diperlukan suatu reformasi lebih lanjut.

Tema-tema Kunci

Nehemia dengan jelas dianggap sebagai seorang pekerja Allah yang ideal -- "seorang patriot yang berani, tidak mengenal takut, penuh semangat dan berinisiatif, seorang pendoa dan pekerja keras dan seorang yang takut kepada Allah dan yang selalu mencari berkat-Nya". Kehidupannya ditandai dengan keseimbangan yang sehat antara berdoa dan kerja keras. Pelajarilah dalam kitab ini hal-hal yang berhubungan dengan kedua unsur ini. Bandingkan penemuan Anda dengan studi yang serupa mengenai kehidupan Paulus.

1. Patriotisme
Patriotisme itu sendiri tidak salah. Paulus mempunyai beban berat bagi bangsanya (Rom 10:1). Kristus mendorong murid-murid-Nya untuk memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi haknya (Mat 22:21). Nehemia menaruh perhatian yang besar terhadap rakyatnya (Neh 1:3-11). Patriotisme sejati adalah rasa prihatin terhadap keadaan bangsa. Bagaimana umat Kristen dewasa ini dapat mempengaruhi sikap bangsanya?

2. Doa
Nehemia berdoa setiap saat dan dalam segala keadaan (Neh 1:4; 2:4; 4:4; 5:19; 6:9,14; 13:14, 22,29,31). Bandingkan ini dengan perintah Paulus kepada orang-orang di Filipi 4:6,7. Apa tujuan doa?

3. Dedikasi
Nehemia menerima tugas yang diberikan oleh Allah dengan sungguh-sungguh -- ia sangat teliti. Ia bertekad untuk menyelidiki perkara yang sebenarnya (Neh 2:12). Ia tahu akan kesucian pekerjaannya (Neh 6:3). Ia menjadi teladan bagi orang lain untuk bekerja seperti dia (Neh 2:17,18; 4:6,23). Buatlah daftar tugas-tugas yang harus dilaksanakan di gereja Anda atau dalam kelompok Anda, dan rencanakan penyelesaiannya.

4. Ketekunan
Nehemia tidak undur menghadapi tentangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ia diejek dan dicaci, karena bergantung kepada Allah (Neh 2:19,20). Ia tidak bersedia mengalihkan perhatiannya dari tugas yang sedang dihadapinya (Neh 6:2,3). Carilah keterangan mengenai mereka yang menderita bagi Kristus di bawah rezim yang kejam, dan pakailah hal ini untuk merangsang doa yang teratur. Pikirkan juga situasi Anda sendiri sehubungan dengan tantangan yang Anda hadapi.

Copas dari => http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=16&intro=pintisari

Gambar Nehemia sedih


Gambar utusan sanbalat mengirim pesan terbuka (ke 5) kepada Nehemia

EZRA



LATAR BELAKANG

Yerusalem dihancurkan oleh tentara Babel pada tahun 587 S.M. dan bangsa Yehuda dibuang ke pengasingan. Peristiwa itu terjadi hampir lima puluh tahun sebelum Kerajaaan Babel ditumbangkan oleh bangsa Persia. Penguasa mereka, Koresy, mengambil suatu kebijaksanaan baru dengan mengizinkan orang-orang buangan kembali ke tanah air mereka, memberikan segala bantuan yang diperlukan untuk membangun kembali rumah-rumah ibadah dan menyelenggarakan ibadah mereka kembali. Banyak orang Yahudi yang sudah betah tinggal di pengasingan dan mereka tidak ingin kembali ke tanah air mereka. Kitab Ezra dimulai dengan kembalinya orang-orang Yahudi kurang lebih tahun 538 S.M.. Pasal Ezr 1-6 menceritakan apa yang terjadi dua puluh dua tahun kemudian ketika di bawah pimpinan Zerubabel mereka menghadapi banyak kekecewaan, tetapi akhirnya mereka dapat menyelesaikan pembangunan kembali Rumah Tuhan. Ezra sendiri tidak diperkenalkan sampai pasal Ezr 7:1. Ia memimpin serombongan orang buangan kembali ke tanah air mereka pada tahun 458 S.M.. Pasal Ezr 7-10 menceritakan cara Ezra membangun kembali bangsa itu menjadi bangsa yang hidupnya berkenan kepada Allah. Perlu dicatat bahwa ada masa tenang selama hampir enam puluh tahun di antara pasal Ezr 6:22 dan Ezr 7:1.

KITAB ITU
Kitab Ezra merupakan bagian dari suatu kisah bersambung yang dimulai dari permulaan I Tawarikh sampai pada akhir Nehemia.
Perhatikan:
1. Ezra mungkin tidak menulis kitab itu sendiri, walaupun bagian kedua kisah itu diambil dari catatan hariannya.
2. Seringkali sukar untuk menentukan berbagai tahun kejadian. Kisah mengenai perlawanan di bawah Artahsasta (Ezr 4:7-24) menunjuk pada masa yang kemudian dibandingkan dengan apa yang terjadi pada bagian permulaan kitab ini.
3. Ezra bukanlah semata-mata catatan sejarah. Si Penulis menggunakan sejarah untuk mengajar kita bagaimana Allah menangani umat-Nya. Pengajaran-pengajaran itu masih berlaku sampai saat ini.

EZRA
Ezra adalah seorang terpelajar yang menjadi Menteri Negara urusan orang Yahudi dalam pemerintahan Artahsasta. Kehidupannya yang boleh jadi sangat mengesankan di hadapan raja ditandai dengan tiga sifat, yaitu: ia berdedikasi tinggi mempelajari kitab suci (Ezr 7:10); ia memperagakan keberanian untuk percaya kepada Allah (Ezr 8:21-23) dan ia dengan rendah hati menunjukkan solidaritas terhadap bangsanya (Ezr 9:6-15).

Garis Besar

[1] KEMBALI DARI PEMBUANGAN DI BAWAH PEMERINTAHAN KORESY Ezr 1:1-6:22
Pembangunan kembali Rumah Tuhan
Ezr 1:1-11 Koresy mengizinkan orang Yahudi pulang ke negeri mereka
Ezr 2:1-67 Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan
Ezr 2:68-70 Apa yang pertama-tama dilakukan di Yerusalem
Ezr 3:1-6 Tata cara ibadat lama dipulihkan
Ezr 3:7-13 Peletakan pondasi pembangunan Rumah Tuhan
Ezr 4:1-24 Bangsa Yahudi menghadapi perlawanan
Ezr 5:1-17 Penyelidikan arsip
Ezr 6:1-12 Penganiayaan membuahkan berkat
Ezr 6:13-22 Rumah Tuhan selesai dibangun


[2] KEMBALI DARI PEMBUANGAN DI BAWAH PEMERINTAHAN ARTAHSASTA Ezr 7:1-10:44
Pembangunan kembali bangsa Yahudi
Ezr 7:1-28 Ezra diperintahkan untuk kembali ke negerinya
Ezr 8:1-20 Daftar orang yang kembali dari pembuangan
Ezr 8:21-36 Peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Ezra
Ezr 9:1-5 Dosa ditunjukkan
Ezr 9:6-15 Doa pengakuan dosa Ezra
Ezr 10:1-5 Reformasi dimulai
Ezr 10:6-15 Perintah langsung dari Ezra
Ezr 10:16-44 Nama-nama mereka yang tidak menghormati perintah Tuhan

Pesan

1. Apa yang diajarkan Ezra mengenai Allah
Ezra berbicara mengenai Allah sebagai Tuhan penguasa langit dan bumi (Ezr 1:2; 5:11), namun demikian ia Allah yang dapat dikenal dan dipercayai oleh umat-Nya.
Allah yang:
o memenuhi janji-janji-Nya. Ezr 1:1
o menggenapi rencana-Nya. Ezr 1:1, 5
o menjaga kekudusan secara mutlak. Ezr 4:3, 9:15
o mengubah yang jelek menjadi baik. Ezr 5:3-6:12
o mengatur segala segi kehidupan manusia. Ezr 7:27, 28
o melindungi umat-Nya. Ezr 8:21-23
o menjawab doa-doa mereka. Ezr 8:23,31
o di atas segalanya, baik. Ezr 3:11

2. Apa yang diajarkan Ezra mengenai penyembahan
Pemulihan kembali tata ibadah penyembahan merupakan prioritas utama bagi mereka yang kembali dari pembuangan. Ezr 3:1-6
Pelaku ibadat:
o bersatu. Ezr 3:1
o penuh sukacita. Ezr 3:11-13; 6:16
o tidak mengenal kompromi. Ezr 4:1-3, 6:21
o bertobat. Ezr 6:17
o taat. Ezr 3:2; 6:18

3. Apa yang diajarkan Ezra mengenai dosa
o dosa harus ditangani dengan sungguh-sungguh. Ezr 9:3,4; 10:6
o dosa dapat berbentuk suatu kompromi yang tidak kelihatan. Ezr 4:1-3; 9:1-3
o dalam menangani dosa diperlukan pengakuan yang sungguh-sungguh tanpa mencoba untuk membela diri. Ezr 9:5-15
o pemulihan dosa hanya dapat terjadi dengan belas kasihan Allah. Ezr 9:13
o untuk menghalau dosa diperlukan langkah-langkah praktis. Ezr 10:7-17

Penerapan

1. Bagi para pemimpin dunia
o Allah mengatur segala masalah dunia.
o Allah akan memberkati mereka yang memperlakukan bangsa yang tertekan dengan adil.
o Allah akan menghargai mereka yang menepati janji.

2. Bagi gereja Kristen
o Uang harus diberikan untuk pekerjaan Allah dengan bebas dan dengan murah hati.
o Ibadah harus dipersembahkan kepada Allah dengan penuh sukacita.
o Persatuan dalam gereja adalah penting.
o Jagalah kemurnian penyembahan Anda: jangan membuang kekhasan ibadah Anda sebagai akibat kompromi dengan kepercayaan lain.
o Suatu perubahan sikap yang radikal -- meninggalkan cara hidup yang penuh dosa -- diperlukan jika Anda ingin Allah memberkati Anda.

3. Bagi pribadi-pribadi Kristen
o Jadikan ibadah kepada Allah sebagai prioritas utama.
o Jangan memandang enteng dosa.
o Pelajari Alkitab secara sungguh-sungguh.
o Taatilah Tuhan secara mutlak.
o Percayalah pada pemeliharaan Allah.
o Berilah persembahan dengan murah hati.
o Ambillah langkah-langkah praktis untuk bertambah-tambah dalam kesucian.

Tema-tema Kunci

Sejumlah tema dalam kitab Ezra mengundang orang Kristen untuk meninjau hubungan mereka dengan Allah.

1. Pengalaman Kristiani
Ezra menyadari bahwa Allah bekerja dalam hidupnya dan memimpin setiap langkahnya. Camkanlah khususnya ungkapan ini, "tangan Tuhan Allahnya berada di atasnya" (Ezr 7:6,9,28; 8:22,31). Pada saat-saat apa Anda merasakan kuasa Allah dalam hidup Anda?

2. Ambisi Kristiani
Kerinduan terbesar dalam kehidupan Ezra adalah firman Allah (Ezr 7:10). Ia mempelajarinya; menaati dan mengajarkannya. Belajar dan ketaatan seharusnya berjalan berdampingan. Lihatlah betapa erat hubungannya dengan Mazmur 119. Dengan cara bagaimana mempelajari Alkitab mempengaruhi hidup Anda?

3. Memberi secara Kristiani
Cara Anda menggunakan harta milik Anda merupakan suatu indikasi keadaan rohani Anda. Bangsa Yahudi yang baru kembali dari pembuangan memberi dengan spontan kepada Allah (Ezr 2:68,69). Tinjaulah kembali apa yang Anda berikan kepada Allah di bawah terang pengajaran yang terdapat dalam 2Korintus 8 dan 2Korintus 9, dan 1Korintus 16:2.

4. Kemurnian Kristiani
Tinjaulah hidup Anda dengan maksud untuk menemukan titik-titik rawan tempat Anda cenderung mengadakan kompromi dengan iman Anda. Langkah-langkah praktis apa saja yang dapat Anda ambil untuk memastikan bahwa Anda tidak mengadakan kompromi.

5. Kegagalan Kristiani
Pada waktu Anda mengalami kegagalan seperti yang dialami oleh bangsa Yahudi, apa yang telah Anda lakukan? Sebagian orang mencoba untuk melupakannya, tetapi Ezra (Ezr 9:1-10:44) mengajarkan bahwa kegagalan harus dihadapi, diakui, disesali dan diluruskan. Dengan jalan demikian pengampunan sejati dapat dirasakan.

6. Iman Kristiani
Tindakan Ezra untuk kembali ke Yerusalem tanpa dikawal oleh pasukan bersenjata merupakan tindakan yang sangat berani (Ezr 8:21-23). Mengapakah ia melakukan hal itu? Melalui perbuatan iman, baik kecil maupun besar, apakah Allah telah memanggil Anda dalam kehidupan kekristenan Anda? Sampai di mana pertumbuhan rohani bergantung pada perbuatan iman seperti itu.

Copas dari => http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=15&intro=pintisari

Gambar Pembangunan kembali bait suci