Selasa, 15 Maret 2011

Tuhan Yesus adalah Jalan Kebenaran dan Hidup

Tujuan Umum:

ASM percaya bahwa Yesus adalah Jalan untuk datang kepada Allah Bapa.

Tujuan Khusus:

  1. Agar ASM mengetahui bahwa Yesus datang untuk menebus dosa manusia
  2. Agar ASM percaya bahwa Yesus adalah Jalan Kebenaran dan Hidup, sehingga bisa menjadi ahli waris Kerajaan Allah

Markus 12:1-12

Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur

12:1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

12:2 Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.

12:3 Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.

12:4 Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.

12:5 Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.

12:6 Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

12:7 Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.

12:8 Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.

12:9 Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.

12:10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru

12:11 hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

12:12 Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

(Matius 21:33-46, Lukas 20:9-19)


Kebun anggur
melambangkan bangsa Israel (Yes. 5:7)

Pagar. Mungkin sebuah pagar batu atau tembok.

Lobang tempat memeras anggur adalah sebuah sumur atau lobang di bawah pemeras anggur untuk menampung sari anggur yang menetes.

Menara yang dimaksudkan merupakan perpaduan dari menara jaga dan tempat penyimpanan.

Para penggarap, di sini dimaksudkan untuk melambangkan para pemimpin religius Israel/ Para pemimpin Yahudi/ahli-ahli Taurat

Yesus mengalamatkan perumpamaan ini kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat

Pemilik kebun Anggur adalah Allah

Anak dari Pemilik kebun anggur adalah Yesus

Otoritas hanya pada Yesus

Penguasa biasanya merasa bahwa otoritas mutlak ada di tangannya. Semua orang harus tunduk, tidak boleh menentang otoritas itu. Para pemimpin Yahudi merasa diri berkuasa. Apalagi otoritas yang mereka pegang adalah otoritas religius, sehingga orang tidak berani macam-macam. Menghadapi Yesus, mereka bagai kebakaran jenggot. Bagaimana mungkin ada orang yang bukan kelompok mereka kemudian mencoba mengajarkan kebenaran-kebenaran Tuhan? Bagaimana mungkin seorang yang tidak punya wewenang atas Bait Allah, berani-beraninya mengacaubalaukan perdagangan di Bait Allah? Maka hanya satu hal yang mereka inginkan atas Yesus, yaitu menangkap Dia!

Yesus, yang memahami kemarahan mereka, mengisahkan perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Melalui perumpamaan itu, Yesus ingin menegaskan siapa diri-Nya sesungguhnya. Ia ingin memberitahu bahwa Dia diutus Allah dan Dialah Anak Allah. Kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Namun mereka tidak mau percaya, bahkan membinasakan nabi-nabi itu (Mark 12:3-8). Dan ketika Ia datang ke hadapan mereka, mereka tetap tidak mau percaya. Memang ada waktunya mereka tampak berhasil dengan kematian-Nya. Namun batu yang dibuang oleh tukang bangunan itu akan menjadi batu penjuru. Dia akan mati dan kemudian bangkit. Ia akan memperlihatkan otoritas-Nya kembali.

Bicara tentang otoritas, sudahkah kita mengakui otoritas Kristus di dalam diri kita? Atau seperti para pemimpin agama Yahudi, kita masih berebut otoritas dengan Dia? Kita masih terlalu menyukai berbagai hal yang kita lakukan dan miliki di dunia ini. Kita keberatan bila Yesus mau ambil alih dan menguasai hidup kita. Namun ingatlah bahwa Dia telah mati untuk menebus kita dari segala dosa kita, dari segala hal yang membuat kita menjadi raja atas diri kita sendiri. Kembalikanlah otoritas atas hidup Anda ke dalam tangan-Nya, niscaya sukacita kekal akan mengisi hidup Anda.

Karikatur verbal para imam dan ahli Taurat.

Perumpamaan ini didasari oleh nas Yesaya 5 yang menyebut Israel sebagai kebun anggur Allah (Yes. 5:7). Namun, kini yang menjadi pusat perhatian bukanlah kebun anggur itu sendiri, tetapi para penggarap upahan yang mengurus kebun anggur tersebut. Interaksi antara pemilik kebun anggur, para penggarap dan anak kekasih inilah yang menjadi inti dari perumpamaan ini. Ia mengarahkan perhatian para pendengarnya kepada dua hal. Pertama, pemberitahuan tentang kematian Yesus, yang diumpamakan sebagai anak pemilik kebun anggur yang kekasih, yang diutus kepada para penggarap. Kedua, penolakan serta keputusan penghukuman terhadap para pemimpin keagamaan Yahudi yang diumpamakan sebagai para penggarap penyewa yang tidak bertanggung jawab dan jahat. Perumpamaan ini menjadi karikatur yang suram tetapi mengena tentang para pemimpin keagamaan Yahudi zaman Yesus.

Karikatur verbal ini makin lengkap ketika mereka marah dan berusaha menangkap Yesus, tetapi takut kepada orang banyak. Peringatan bagi kita, bahwa selalu ada godaan untuk menyalahgunakan otoritas yang diberikan Allah. Penyalahgunaan adalah penolakan terhadap Allah, yang akan diikuti oleh penghukuman. Kristus diutus dan mati bagi kita. Pementingan diri sendiri adalah penolakan terhadap kedatangan dan pengorbanan-Nya.

( http://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=41&chapter=12&verse=1)

Jumat, 04 Maret 2011

Hal Kebijaksanaan

Salah satu seorang penasehat kerajaan yang bernama William sangat disegani karena kebijaksanaannya, perkataan & nasehatnya sangat diperhatikan raja.

Wajahnya yang buruk& tubuh bongkoknya membuat putri raja iri & bertanya sambil mengejek : “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaanNya dalam diri orang yg buruk rupa & bongkok seperti mu”. Williampun balik bertanya : “Apakah ayahmu mempunyai anggur?” “Pertanyaan bodoh macam apa itu, semua orangpun tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, ”, putri raja menyahut sinis. William bertanya lagi, “Dimana ia meletakkannya ?”. sahut putri raja “Yg pasti didalam bejana tanah liat”. William tertawa mendengarnya . “seorang raja yg kaya akan emas & perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat ?”

Ketika mendengar kata-kata William dgn rasa malu putri raja berlalu meninggalkannya , ia kemudian memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yg ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas & perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan, alangkah kagetnya ia karena anggur yg diminumnya rasanya sangat asam, lalu dgn geram ia memanggil semua pelayan istana yang kemudian menceritakan bahwa anggur yg disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri, lalu raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kpd William, “Mengapa engkau menipu aku, aku memindahkan semua anggur ke bejana emas tapi hasilnya semua anggur jadi terasa asam.” Dengan ringan William menjawab : “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana, kebijaksanaan itu sama seperti anggur ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat.”

Ketika Tuhan mencari sarana yg ingin dipakaiNya, Ia tdk harus mencari yg terbuat dari emas, tetapi dari tanah liat yg sederhana.

LET IT BE YOU !

"Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yg kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."